Kamis, 06 Maret 2014

MANFAAT BEKAM



Sunnah Bekam
Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Salam besabda :
 “Kesembuhan itu berada pada tiga hal, yaitu minum madu, sayatan pisau bekam dan sundutan dengan api (kay). Sesungguhnya aku melarang ummatku (berobat) dengan kay.” (HR Bukhari)

Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Salam bersabda :
 “Sesungguhnya metode pengobatan yang paling ideal bagi kalian adalah hijamah (bekam) dan fashdu (venesection).” (HR Bukhari – Muslim)

Mengapa Bekam?
Teknik pengobatan itu ada banyak sekali ragamnya, tetapi pada umumnya dikelompokkan menjadi 3 (tiga) hal :1.    Pengobatan melalui terapi fisik (seperti Pijat, Penyinaran, Latihan Fisik, juga Bekam)
2.    Pengobatan secara rohani (ruqyah, psikolog, meditasi)
3.    Mengkonsumsi sesuatu yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh (suplemen gizi, seperti : madu, habbatussauda, temu lawak, bee pollen, ginseng) maupun zat yang dapat membunuh kuman/bakteri penyebab sakit (obat-obatan medis, antibiotik)

Rasulullah sendiri tidak membatasi umatnya untuk hanya memakai satu jenis teknik pengobatan semata. Seperti diceritakan dalam suatu riwayat,
"Pada suatu saat Rasulullah kedatangan seorang sahabat yang mengadukan masalahnya, bahwa anaknya sedang sakit dan tidak kunjung sembuh. Padahal sahabat tersebut sudah berdoa, berdzikir, sholat, dan melakukan ibadah-ibadah lainnya demi memohon kesembuhan anaknya. Mendengar pengaduan tersebut Rasulullah bertanya kepada sahabat tersebut apakah anaknya sudah dibawa ke tabib (dokter). Sahabat menjawab belum. Kemudian Rasulullah menyarankan agar anaknya dibawa ke tabib (dokter). Setelah dibawa ke tabib (dokter) anaknya sembuh."
Pada pengobatan bekam (Al-hijamah) terdapat beberapa keutamaan :
•    Sangat Direkomendasikan Oleh Rasulullah SAW.
"Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah Al Hijamah (bekam)" (HR. Ahmad)
"Kesembuhan itu ada pada 3 (tiga) hal, dengan minum madu, pisau hijamah (bekam), dan kay (besi panas). Tetapi aku melarang umatku menggunakan kay" (HR. Muslim)
"Setiap penyakit itu ada obatnya. Jika obat yang tepat jatuh pada penyakit, dengan izin Allah penyakit itu pasti sembuh" (HR. Muslim)
”Pada Malam Aku di Isra’ kan, aku tidak melewati sekumpulan malaikat melainkan mereka berkata: "Wahai Muhammad, suruhlah umatmu melakukan Bekam" (HR. Ibnu Maajah & At Tirmidzi)
Dari Ashim bin Umar bin Qatadah Radhiallaahu ‘anhu, dia memberitahukan bahwa Jabir bin Abdullah Radhiallaahu ‘anhu pernah menjenguk al-Muqni’ Radhiallaahu ‘anhu, dia bercerita: “Aku tidak sembuh sehingga aku berbekam, karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Sesungguhnya didalamnya terkandung kesembuhan’.” (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Ya’la, al-Hakim, al-Baihaqi).
“Kalaulah dalam sesuatu dari apa yang kalian pergunakan untuk berobat adalah baik, maka itu adalah ber-bekam/hijamah” (HR. Abu Daud)

(Dan masih banyak lagi hadist yang menunjukkan bahwa bekam merupakan suatu teknik pengobatan yang sangat bermanfaat. Baik untuk tindakan preventif (pencegahan) maupun curatif (pengobatan) suatu penyakit)

•    Meringankan kerja organ Hati, Ginjal, dan Jantung. Secara alamiah, darah kotor yang tersisa/menumpuk di dalam tubuh akan diurai lagi oleh organ Hati dan Ginjal. Dengan pembekaman secara rutin maka kerja organ-organ tersebut akan lebih ringan. Kerja jantung juga menjadi lebih mudah karena darah menjadi lancar.
Rasulullah SAW bersabda : "Ketahuilah, bahwa dalam tubuh terdapat mudghah (segumpal daging), jika ia baik, maka baik pula seluruh tubuhnya. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh tubuhnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati." (HR. Bukhari dan Muslim) Hadist tersebut apabila diinterpretasikan secara harfiah maka organ hati merupakan organ yang sangat vital bagi tubuh dan harus senantiasa dijaga kesehatannya.
•    Tanpa Efek samping. Apabila dikerjakan dengan ilmu (oleh ahlinya).
•    Langsung terasa manfaatnya.
•    Mudah dan Murah.

Bagaimana Bekam Dilakukan?
Teknik pengobatan bekam dilakukan dengan 3 tahapan inti, yaitu :
1.    Penghisapan jaringan kulit dan jaringan di bawah kulit.
2.    Penyayatan kulit ari (pembuluh darah kapiler).
3.    Pengeluaran darah kotor (melalui pembuluh darah kapiler).
Selain 3 tahapan inti di atas, tentunya persiapan sebelum bekam seperti sterilisasi alat-alat bekam, ruangan untuk bekam dan lokasi dimana kulit akan disayat merupakan hal mutlak yang tidak boleh diabaikan oleh seorang ahli bekam maupun pasien bekam.

Bagaimana Bekam Dapat Menyembuhkan?
Proses kesembuhan yang didapat dari terapi bekam meliputi beberapa hal :
1.    Keluarnya darah kotor dari dalam tubuh. Sel-sel darah dalam tubuh memiliki keterbatasan umur (umur hidupnya kurang lebih selama 120 hari), setelah 120 hari darah akan rusak atau mati. Nah, darah yang rusak atau mati ini perlu dikeluarkan dari dalam tubuh supaya tubuh terasa segar dan ringan, karena jika tetap di dalam tubuh hanya akan menjadi beban yang tidak berguna bagi tubuh. Bahkan, karena strukturnya yang sudah rusak itu akan membuat radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh lebih mudah "berkolaborasi" untuk membuat penyakit yang baru. Dalam darah juga terdapat endapan darah dan unsur-unsur negatif seperti polusi dan zat kimia. Dengan bekam, darah kotor tadi dikeluarkan melalui pembuluh darah kapiler (bukan vena atau nadi) yang memang tempat lalulintasnya darah kotor tersebut.
2.    Rangsangan/stimulus dari titik-titik meridian yang dibekam. Selain dari keluarnya darah kotor dari dalam tubuh ternyata kesembuhan juga terjadi akibat rangsangan/stimulus dari trigger-trigger tubuh yang berhubungan dengan organ dalam yang sakit. Jadi membekam tidak harus di tempat yang sakit tetapi pada jalur (meridian) dimana jalur tersebut berhubungan dengan organ dalam yang sakit. .........(ilmu kedokteran timur)
3.    Ridlo Allah SWT. Tentunya hal ini yang menjadi sebab utama kesembuhan suatu penyakit terjadi.

Penyakit Apa Saja Yang Dapat Disembuhkan Dengan Terapi Bekam? Kesembuhan datangnya hanya dari Allah SWT. Kita sebagai manusia diwajibkan berikhtiar dan tawakal. Beberapa penyakit di bawah ini Insya Allah dapat diatasi dengan terapi bekam (apabila Allah SWT meridloi) :

A. Penyakit Dalam:
•    Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)
•    Tekanan Darah Rendah (Hipotensi)
•    Influenza
•    Batuk
•    Bronkitis
•    Asma Bronkiale
•    Ceguken
•    Maag
•    Batu Ginjal
•    Batu Empedu
•    Batu Ureter
•    Batu Kandung Kencing
•    Masalah Prostat
•    Wasir
•    Mual dan Muntah
•    Diare
•    Sembelit
•    Sulit Buang Air Kecil
•    Beser (terlalu sering kencing)
•    Impotensi
•    Berdebar-debar
•    Ngompol
•    Epilepsi
•    Vertigo
•    Asam Urat
•    Kaki Gajah
•    Hepatitis
•    Liver
•    Stroke
•    Jantung
•    Kolesterol Tinggi
•    Rheumatik
•    Parkinson
•    Typhus
•    Kecanduan Narkoba
•    Skizofrenia
•    Histeria
•    Sulit Tidur (insomnia)
•    Rasa Terbakar Pada Kulit
•    Sulit Menelan
•    Gangguan Pencernaan dan Kembung
•    Sering Pingsan
•    Lemah Syahwat
•    Rahang Terkatup
•    Lidah Kaku
•    Lumpuh Tangan dan Lengan
•    Kelumpuhan Wajah
•    Kecerdasan Kurang

B. Gangguan Panca Indera:
•    Katarak
•    Pendengaran Berkurang
•    Telinga Berdengung
•    Radang Hidung
•    Sinusitis
•    Mimisan
•    Sariawan
•    Gatal Biduran
•    Gatal Pruritis
•    Jerawat
•    Kulit Belang
•    Pandangan Kabur
•    Penyakit Maniere's

C. Penyakit Dengan Indikasi Nyeri :
•    Nyeri Kepala
•    Nyeri Dahi
•    Nyeri Migrain
•    Nyeri Wajah Trigeminal
•    Nyeri Atas Mata
•    Nyeri Kepala Belakang
•    Nyeri Leher
•    Nyeri Tulang Leher
•    Nyeri Sendi Bahu
•    Nyeri Siku
•    Nyeri Pergelangan Tangan
•    Nyeri Tulang Belikat
•    Nyeri Tulang Iga
•    Nyeri Punggung Atas
•    Nyeri Lumbal
•    Nyeri Pinggang
•    Nyeri Punggung
•    Nyeri Skiatika
•    Nyeri Punggung Bawah Menjalar Ke Tungkai
•    Nyeri Lutut
•    Nyeri Tumit
•    Nyeri Mata Kaki Luar / Dalam
•    Nyeri Jari Tangan
•    Nyeri Jari Kaki
•    Nyeri Pergelangan Kaki
•    Nyeri Pergelangan Tangan
•    Nyeri Angina Pektoris
•    Nyeri Ginjal
•    Nyeri Perut Mendadak
•    Nyeri Ulu Hati
•    Nyeri Gigi
•    Nyeri Otot (mialgia)
•    Nyeri Artritis
•    Nyeri Panggul
•    Nyeri Dada
•    Nyeri Sendi Kaki dan Jari Kaki
•    Nyeri Paha

D. Gangguan Kewanitaan :
•    Perdarahan Rahim Disfungsional
•    Nyeri Haid
•    Radang Payudara
•    Keputihan
•    Kemandulan
•    Radang Panggul
•    ASI Tidak Lancar
•    Amenore (Tidak haid pada usia subur)

Kapan Kita Berbekam?
Bekam sangat baik dilakukan pada saat terjadinya penumpukan sampah darah dalam tubuh kita. Dalam kondisi normal bekam cukup dilakukan sekali dalam kurun waktu 4 bulan, dalam kondisi perawatan bekam dilakukan sampai sekali atau 2 kali dalam seminggu . Bekam sangat dianjurkan dilakukan pada tanggal 17, 19, 21 dalam penanggalan Islam Bekam baik dilakukan pada hari Senin, Selasa, & Kamis Larangan berbekam pada hari Rabu dan Sabtu (kecuali dalam kondisi mendesak).



Reaksi pigmen pada kulit bekas bekam adalah sebagai berikut :
1.     Bekas bekam yang muncul berwarna ungu kegelapan atau hitam, pada umumnya hal ini mengindikasikan kondisi defisiensi (kekurangan) pasokan/suplai darah dan channel/saluran (pembuluh) darah yang tidak lancar yang disertai dengan keberadaan darah statis (darah beku).
2.     Bekas bekam yang muncul berwarna ungu disertai plaque (bercak-bercak), pada umumnya hal ini menandakan terjadinya gangguan/ kelainan gumpalan darah yang berwarna keunguan dan adanya darah statis (darah beku).
3.     Bekas bekam yang muncul berbentuk bintik-bintik ungu yang tersebar dengan tingkatan warna yang berbeda (ada yang tua dan ada yang ungu muda). Hal ini menandakan kelainan “Qi” dan darah statis.
4.     Bekas bekam yang muncul berwarna merah cerah, biasanya hal ini menunjukkan terjadinya defisiensi “Yin”, defisiensi “Qi” dan darah atau rasa panas yang dahsyat yang diinduksi oleh defisiensi “Yin”.
5.     Bekas bekam yang muncul berwerna merah gelap, hal ini mengindikasikan kondisi lemak di dalam darah yang tinggi disertai dengan adanya panas patogen.
6.     Bekas bekam yang muncul berwarna agak pucat/putih dan tidak hangat ketika disentuh, hal ini mengindikasikan terjadinya defisiensi cold (dingin) dan adanya gas patogen.
7.     Adanya garis-garis pecah/ruam pada permukaan bekas bekam dan rasa sedikit gatal, hal ini mengindikasikan kondisi adanya wind (lembab) patogen dan gangguan gas patogen.
8.     Munculnya uap air pada dinding bagian dalam gelas bekam, menandakan kondisi adanya gas-gas patogen pada daerah tersebut.
9.     Adanya blister (lepuhan/lecat) pada bekas bekam, menggambarkan kondisi gangguan gas yang parah pada tubuh. Adanya darah tipis pada blistermerupakan reaksi gas panas toksin.




http://uwoholistik.files.wordpress.com/2010/09/hijamah-21.jpg


bekam sunnah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar